BAB 45 SELAMAT DATANG Belinda menghela napas panjang. Pasalnya sejak bangun dua jam yang lalu. Gio memaksa diri untuk segera pulang. Ia berpendapat jika lama-lama di rumah sakit, dirinya semakin sial. Bagaimana mungkin itu terjadi bukan? Hanya alasan tidak masuk akal bagi Belinda. Wanita itu memutar bola matanya malas. “Iya, iya. Kita pulang sekarang.” “Nyra juga nggak betah ‘kan di rumah sakit, ya? Nyra mau pulang sama Papa kan, ya?” Gio mengabaikan ucapan Belinda dan lebih memilih berbicara pada bayi yang hanya bisa membalasnya dengan senyum menggemaskan dengan satu gigi yang telah tumbuh, sungguh menggemaskan. “Sayang, lihat nih Nyra udah tumbuh gigi,” ujar Gio. Belinda yang sedang memerapikan perlengkapan mandi, lantas meninggalkan pekerjaanya dan mendekati kedua orang yang kini

