BAB 46 KEMBALI BERSAMA Hasan melaksanakan janjinya kepada Anjar. Pagi buta, ia segera menuju kediaman keluarga Zaron. Mobil yang dikendarai Hasan berhenti tidak jauh dari rumah besar itu. Kedua tangannya mencengkeram kemudi, hingga buku-bukunya memutih. “SIAL!” Kediaman megah di depannya terjaga ketat. Ia sangat yakin tidak bisa menyusup saat ini. Sungguh riskan untuk keselamatannya menyusup saat ini. Matanya memicing tajam saat mendapati sosok pria yang sama dengan yang merebut bayi Belinda dari gendongannya. Sepeda motor dan pengendaranya itu tidak mungkin ia lupakan dengan mudah. Pria yang ia lihat, tanpa melepas helm melenggang santai memasuki gerbang rumah dan menghilang dari pandangannya. Hasan menghela napas panjang dan melirik ponselnya yang berdering nyaring. Sebuah panggilan
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


