BAB 42 AKANKAH TUHAN MEMBANTUKU? “Kapan aku bisa bertemu dengan anakku?” tanya Arraya. “Anakmu yang mana?” balas Felix dengan pertanyaan, guna menggali ingatan Arraya supaya lebih aktif mengingat akhir-akhir ini kondisinya sudah cukup baik. Arraya yang awalnya menatap lurus ke jendela yang tertutup rapat pada kegelapan malam dan bintang-bintang di balik jendela, kemudian memalingkan wajah menatap ke arah Felix dan dahinya mengkerut dalam. “Kamu sungguh mirip dengan Felix. Kamu tahu dia mungkin jika tua nanti akan mirip denganmu? Apakah aku sudah di surga? Apakah kamu adalah papa mertuaku, kalian sangat mirip sekali?” ujar Arraya dengan terkikik geli kemudian menunduk menyembunyikan wajahnya yang bersemu merah. Titik harapan yang sempat tersemat di hati Felix seketika gugur mengetahui

