Chapter 14

1272 Words

BAB 14 BATAL Belinda menghela napas panjang, rasa sesak di dadanya semakin terasa menghimpit. Ingin rasanya ia menjerit nyaring. Dulu, jika bukan dirinya yang menerima perjodohan dari mana mereka mendapatkan uang untuk pengobatan sang ayah. Itu pun dirinya masih disalahkan dan dianggap terlambat karena ayahnya tetap tidak bisa panjang umur. Umur manusia siapa yang tahu. Kita berencana, tetapi Tuhan yang berkehendak. Sebagai anak, Belinda sudah cukup untuk berbuat semampunya. Setelah menikah tentu saja ada prioritas lain yang lebih diutamakan. Terlebih seperti saat ini dengan adanya anak. Tentu, Nyra yang terpenting. Belum lagi menghadapi tingkah laku Gio yang seenaknya sendiri, Belinda sampai bergidik ngeri jika mengingat kembali perlakuan suaminya. Ia juga tidak tahu sampai kapan akan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD