Chapter 13

1239 Words

BAB 13 RUMIT Belinda memalingkan wajahnya menatap keluar jendela persis menatap pada pintu masuk kantor yang seketika terhalang oleh seseorang berdiri menjulang di depan pintu penumpang. Siapa lagi jika bukan Gio Zaron. “Sudah sana buka pintu. Turuti mau suamimu untuk masuk,” saran Athaya. “Kamu tidak lihat jika saja matanya itu pisau. Sudah pasti wajah manisku ini tercabik-cabik,” imbuh Athaya seraya terkekeh geli. “Idih ... gelay, tahu gelay,” balas Belinda. “Nggak pantes kamu ngomong bahasa anak jaman now,” balas Athaya seraya membuka kunci pintu. “Aku 'kan masih ibu muda. Pantas aja kali,” ujar Belinda dengan tangannya yang hendak meraih tombol pintu, tetapi sudah tersentak terbuka dari arah luar. Belinda mendapati Gio yang menatap tajam dan dingin, tidak melepaskan pandangan d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD