Chapter 12

1252 Words

BAB 12 BEKERJA Sorot mata Tasia masih membara dengan dagu terangkat menatap dirinya. Sungguh Gio jengah dengan sikap Tasia kali ini. Hatinya semakin dongkol dengan mendengar gelak tawa dari empat orang dewasa yang berasal dari ruang makan. “Awas jika kamu bergabung bersama dengan mereka,” ancam Tasia. Gio mengeratkan rahangnya dan membalas tajam sorot mata Tasia yang terlihat tak gentar menghadapinya. “Awas apa? Kamu bebas cemburu dan mengatur, tetapi semua ada batasnya dan kamu juga tidak berhak mengintervensi hubunganku dengan keluargaku.” Tasia mendengkus jengah. “Keluarga mana yang kamu maksud?” “Aku rasa, memilihmu menjadi sekretaris adalah karena kamu cukup pintar. Seharusnya hal sederhana seperti itu tidak perlu kamu pertanyaan. Lagipula tidak ada yang menyuruhmu ke sini, buk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD