Bab 6 Malam mulai menjelang, tamu undangan sudah mulai meninggalkan pelataran aula itu. Adelia menghela napasnya. Lelah, sungguh ia merasa lelah. Sepatu dengan tinggi 10 cm, menopang tubuhnya, membuat kakinya sungguh terasa sakit. Ia tahu jika seorang wanita hamil tidak dianjurkan untuk memakai sepatu berhak. Tapi mau bagaimana lagi, pernikahannya itu mengharuskan ia mengenakan sepatu berhak tinggi. Adelia pun sebenarnya terpaksa memakai sepatu tinggi itu, selain karena kandungannya Adelia tidak begitu ahli berjalan dengan sepatu hak tinggi. "Cie, yang mau nyoblos. Langsung gol nggak nih," goda Ruth dengan tampang jenakanya. "Main aman lho, jangan terlalu kasar." William ayah Adelia menimpali. "Ingat lho, saking ngebetnya nanti lupa kunci pintu, lagi." Kali ini Andini lah yang menggod

