Bab 16

1204 Words

s**t! Umpat Billy dalam hati, ia tampak kacau. Tidak hanya kacau, tapi sangat kacau. Kantung matanya membesar serta menghitam. Rambut hitam legamnya memanjang hingga menutupi daun telinganya. Kemeja yang ia kenakan tanpak lusuh, seperti tidak pernah disetrika. Padahal baju itu sudah di setrika oleh asisiten rumahnya tadi malam. "Kenapa hari ini aku sial banget, sih?!" Billy melayangkan satu tendangan kaki ke ban mobilnya yang sedang kempes, mencoba meluapkan emosinya pada benda bundar itu. Bodoh. Tindakan Billy sangatlah bodoh. Bukannya rasa kesalnya itu akan menghilang, pasti akan bertambah. Apalagi, ketika ia merasakan kakinya berdenyut hebat karena sakit, saat kakinya menghantam benda keras, yang sering disebut ban itu. Dan benar saja, terbukti sudah kata-kata itu. Saat ini, Billy t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD