Aku menyandarkan tubuhku ke dinding. Dengan susah payah aku menahan tubuhku agar tetap berdiri. Ketika aku berjalan keluar dari dapur, penglihatanku menjadi gelap dan seketika aku kehilangan kesadaran. Ini benar-benar menakutkan. Teror berdatangan dari segala arah. Aku bermimpi ada sekian banyak pasang mata menatapku. Si dokter, Lu Mochuan, dan Mu Heng mengelilingiku dan menuding ke arahku sambil tertawa terbahak-bahak. Sedangkan suamiku ada di langit, menyaksikanku dan bersikap seolah-olah tak terjadi apa-apa. Suamiku hanya menatapku dengan dingin. Mereka menertawaiku dan tak henti-hentinya mempermalukanku. Tak peduli bagaimana pun aku memohon, mereka tidak mau melepaskanku. Mereka akan meniduriku dan membiarkan orang lain menonton adegan percintaanku dan mereka.

