Saat berada di tangga, aku mendengar Yutai sedang mengobrol dengan ibunya. Meskipun mereka berdua berbicara dengan suara kecil, aku tetap bisa mendengarnya secara jelas. Dengan hati-hati aku menerka-nerka topik pembicaraan mereka. “Mama, aku mau tidur sama Mama malam ini. Boleh, ya? Aku mencintai Mama.” Aku tidak berani berpikir lebih jauh dan buru-buru ke kamar yang telah disiapkan untukku. Punggungku bermandikan keringat dingin. Aku berharap mereka tidak akan melakukan hal buruk seperti yang ada di dalam benakku dan semoga pikiranku ini keliru. Karena aku tinggal di kamar dengan tipe suite, maka sudah ada kamar mandi dan toilet di dalamnya. Setelah aku mandi, aku membaringkan tubuhku. Ini sudah larut, tapi Mu Yuan masih belum juga meneleponku. Saat ini aku merasa seolah sedang berada

