Bab 75: Pesona Pria

1349 Words

Tidak boleh! Aku tidak tahu mengapa sulit sekali mengendalikan pikiranku sendiri, sampai-sampai hatiku ikut bergetar. “Aku ... aku tidak mau!” Aku mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan keinginanku, lalu kugigit bibirku. "Heh," gertak Lu Mochuan sambil mengangkat daguku dengan satu tangan, menatapku tajam, "Kamu jadi tidak patuh ya sekarang." Jantungku berdebar kencang saat aku menatap pria di depanku saat ini dengan gugup. Kulit di tubuhnya terlihat sempurna, seperti karya seni yang dibuat dengan indah, dan garis-garis ototnya membuat mataku terbelalak. Kulit putihnya, dengan lengan yang kuat, dan otot perutnya membuatku terkagum dengan tubuh pria ini. Ternyata selain ketampanan wajah, kesempurnaan tubuh seorang pria juga yang benar-benar membuatnya nampak mempesona. Apalagi otot

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD