Bab 35 Pekerja Migran

1394 Words

“Tidak, dia pasti tidak nyaman di sini.” Tangan yang lain ikut terulur, kali ini ke arah bawah rok. Aku hanya bisa pasrah melihat dia terus memperluas gerakannya. ​​Ah, tidak. Bau asam memualkan lainnya kembali datang dan kali ini ada noda hitam di kulit putihnya. Segera setelah itu, beberapa orang yang tersisa juga mengulurkan tangan mereka dan mulai bergerak di sekitarku sambil terus-menerus menelan air liur. Aku memejamkan mata menahan sakit yang menyebabkan mati rasa itu muncul lagi. Bahkan kali ini rasanya lebih menggairahkan daripada rangsangan yang dilakukan sebelumnya, membuat otakku seolah ingin meledak. Aku segera merasakan tubuhku mulai memanas dan mati rasa hingga gemetar rasanya. "Lihat! Dia gemetar. Apakah dia sudah sekarat?" “Cepat keluarkan dia! Bisa bahaya jika membiark

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD