Bab 34 Terkunci di Lemari

1625 Words

“Wah, baru saja aku sentuh dua kali, wajahmu sudah memerah. Untuk apa kamu berpura-pura malu seperti ini? Bukankah kamu selalu disentuh setiap hari?” Setelah berkata begitu, anak laki-laki ini sepertinya semakin gencar mengerahkan seluruh kekuatan tangannya, seolah hendak membalas dendam. “Uh …” rintihku bergidik ngeri. Rasa sakit bercampur geli menyebar ke seluruh tubuhku, bahkan kulit kepalaku seolah mati rasa. Baju basket beraroma keringat yang menyengat khas seorang pria yang hampir menempel di wajahku, membuatku semakin tidak tahan. Ditambah dengan rangsangan fisik yang dia berikan, menyebabkan getaran aneh menyebar ke seluruh tubuhku. Dia melihat perubahanku dan menjadi lebih bersemangat. Agaknya dia belum pernah melihat wanita sepertiku yang memberikan reaksi bergejolak meskipun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD