Akhirnya aku masuk rumah. Aku bahkan terlalu lemah untuk menyalakan lampu. Dalam kegelapan yang pekat, aku menyandarkan diriku ke dinding dengan napas yang terengah-engah. Sekujur tubuhku basah karena keringat dan tubuhku lemas, aku sama sekali tak punya lagi sisa tenaga. Ini sangat tidak nyaman! Bagaimana bisa menjadi seperti ini? Rasanya seolah aku akan mati lemas dan dadaku tak henti-hentinya naik turun. Saat ini aku benar-benar merindukan kehangatan pelukan dari seorang pria untuk meniduriku dengan ganas dan liar. Kupejamkan mataku, lalu kusandarkan kepalaku ke dinding, dan kulonggarkan risletingku. Aku merasa jauh lebih baik setelah meremas buah dadaku sendiri, dan ketegangan yang tadinya bergejolak berangsur-angsur mereda. Saat makan tadi, aku minum cukup banyak jus dan sekarang a

