You Likun menyibakkan rambut hitamnya yang panjang dan bergelombang ke belakang. “Benar. Akhir-akhir ini semua urusanku juga berjalan lancar. Siyu bahkan membantuku mendesain rumah,” sahutnya sambil menyanjungku dan dengan sengaja memegang lenganku. “Oh ya, Likun, aku sudah selesai membuat desainnya. Nanti akan kuberikan padamu setelah aku cek ulang semuanya. Kalau tidak ada masalah, kamu bisa segera memulai pembangunan rumah barumu.” You Likun mengecup pipiku dengan penuh kasih sayang. “Siyu, kamu benar-benar baik,” katanya. Antusiasmenya padaku benar-benar besar. Padahal aku enggan berada begitu dekat dengan Likun karena dengan berada di sampingnya membuat aku jadi terlihat buruk rupa. Perbedaan kami berdua sangat kontras, seperti bumi dan langit. Dia secantik bidadari di kahyangan

