Xinran meminum jus itu dalam satu tegukan, sepertinya dia sedang dalam suasana hati yang benar-benar buruk. “Siyu, aku sangat ingin minum. Sejak kamu hamil, tidak ada lagi yang bisa menemaniku minum,” ucap Xinran dengan menunjukkan sikap manja padaku. Lelucon apa ini? Bagaimana mungkin seorang wanita hamil sepertiku menemaninya minum? Aku berpikir sejenak dalam hati. Bagaimanapun Xinran adalah sahabatku, aku tidak bisa membiarkannya sendirian ketika sedang bersedih seperti ini. Dengan lembut, kuusap rambutnya dan berkata, “Minum alkohol tidak baik untuk kesehatanmu, jangan pikirkan untuk melakukan hal aneh itu lagi.” Xinran menjulurkan tangannya ke atas dan mengendurkan tubuhnya, lalu menjawab, “Tapi aku ingin pergi ke diskotik dan pergi clubbing!” Kugelengkan kepala sebagai respons u

