TA - 41

1772 Words

Ketika Vania sibuk membuat sarapan di dapur, Fagan muncul dengan penampilan santai tanpa atasan. Kebiasaan satu pria itu yang harus dia tolerir. Sebelumnya Fagan tidak bersikap sembrono tapi sekarang? "Kau tidak bisa memakai bajumu dengan benar?" "Aku lebih suka begini. Kamarmu panas," timpal Fagan acuh. Alis Vania terpaut sinis. "Apa katamu? Kemarin suhu kamarmu dingin dan kau tetap bergaya seperti itu." "Apa kau merasakan sesuatu yang aneh kalau aku berkeliling rumah dengan tampilan ini?" Fagan membalas dengan sesuatu yang lebih dingin, pikirnya muram. "Kau terlihat senang memandangku." "Ya ampun terserah padamu," sembur Vania putus asa. Samar mendengar decit kursi makan yang cukup nyaring. Sementara dirinya sibuk membuat sarapan sederhana dengan persediaan bahan yang ada di kulkas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD