~Selamat membaca~ "Pagi sayang," sapa Garen seraya memberikan kecupan hangat di pucuk kepala sang anak. Serin sudah duluan menempati kursinya sembari menunggu sang ayah ikut bergabung untuk sarapan. "Papa kulang tidul lagi ya?" pertanyaan Serin membuat ketiga orang dewasa itu saling melempar tatapan tak terbaca. Hingga akhirnya Suryo terlebih dahulu menjawabnya. "Papamu bermimpi di kejar angsa milik pak Narto semalam sayang. Lihatlah kantung mata papamu sudah seperti mata panda. Lucu bukan?" terang Suryo di sertai candaan yang mengalihkan perhatian Serin. Serin menatap intens sang ayah kemudian mengangguk membenarkan. Mata Garen memang memiliki kantung mata yang cukup besar, karena beberapa tahun ini laki laki itu selalu mengalami mimpi buruk yang tak dapat ia atasi. "Tapi...papa tetap

