Tiga puluh delapan

1256 Words

Tok tok tok, "Zevana, buka pintunya, Sayang! Sudah waktunya makan malam, ayo buka, Nak!" seruan itu hanya didengar sekilas oleh Zevana. Wanita itu, kini hanya memilih untuk berdiam diri saja sambil memainkan sakelar lampu tidur yang dinyala-matikan sesuka hati. Setelah keputusannya mutlak untuk pergi dari rumah suaminya, Zevana memang langsung datang ke rumah orangtuanya. Tangisnya kembali pecah saat ia memeluk sang bunda yang bertanya-tanya. Awalnya Zevana memang tidak langsung bercerita, tapi setelah hatinya sedikit lebih tenang, barulah semuanya ia utarakan. "Kamu yakin dengan apa yang kamu lihat?" tanya Maura setelah mendengar semua penuturan cerita anak sematawayangnya. Sambil terisak, Zevana pun mengangguk. "Aku lihat langsung dengan mata kepala aku sendiri, Bunda. Masa aku ga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD