Tiga puluh sembilan

1463 Words

Pria itu mengetuk-ketukkan ujung derby shoes-nya ke permukaan lantai. Sudah hampir 30 menit lamanya ia menahan diri untuk tidak menerobos langsung menaiki tangga dan memasuki kamar Zevana dengan paksa. Setidaknya, masih ada sedikit rasa sabar yang tersisa di dalam dirinya. Rumy menghela napas panjang. Ia pun melirik jam tangan digital hitam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.  "Harus sampai kapan aku menunggu?" bisik Rumy mendesis tak sabar. Ia lantas melirik paper bag cokelat berisi kotak makanan yang Bik Inah titipkan khusus untuk istrinya yang kini tergeletak di atas meja di hadapannya. "Kuharap, Bunda membawa kabar baik setelah aku menunggu selama ini. Setidaknya, Zevana memberiku kesempatan untuk sekadar menjelaskan tentang Elena dan tragedi tak terduga yang terjadi kem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD