Empat puluh

1942 Words

Zevana baru saja turun dari taksi. Dengan langkah terburu-buru, ia pun memasuki pekarangan rumah kediaman Erjaya sambil menggeret koper. Ya, setelah mendapat telepon dari Bik Inah seusai magrib berlalu, Zevana langsung bergegas mempersiapkan diri guna kembali ke rumah suaminya. Memang sejak awal pun Zevana sudah bertekad untuk kembali saat esok hari tiba. Akan tetapi, saat ia selesai mandi dan di tengah dirinya yang sedang berpakaian, sebuah panggilan masuk pun ia dapati. Saat dilihat, rupanya nomornya tersambung dari telepon rumah kediaman Erjaya. Kini, Zevana pun sudah berada di dalam rumah. Beruntung pintunya tidak dikunci, maka ia bisa langsung menerobos masuk dan memanggil-manggil asisten rumah tangganya. "Bik Inah, Bik!!" Tak lama kemudian, yang dipanggil pun muncul. Terlihat, i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD