Bukti Nihil

1002 Words
" yaudah ni gimana jadinya ? " ucap Mia memotong obrolan mereka. " katanya mau ke ruang pusat bantuan untuk minta rekaman cctv yang ada di mall ini " ucap Nita sambil mengunyah makanan . " ya entar dulu kali aku masih makan ini sayang sayang enggak diabisin " ucap Nia sambil menikmati makanan . " makanan jatuh juga dibilang sayang Ni ." ucap Nita . " gini ni kalo enggak ada yang disayang , segala makanan jatuh dibilang sayang , jadi ketauan kan jomblonya " ucap Mia . " et udah kenapasih belum aja aku adu kepala kalian masing masing " ucap Nia sambil merasa kesal sedari tadi mereka selalu berdebat terus.  " yaudah deh ayo kita ke ruangan pusat bantuan " ucap Nia . Kemudian setelah mereka selesai makan dan membayar makanan yang dipesan , mereka langsung menuju ke ruang pusat bantuan untuk meminta rekaman cctv yang berada di lantai dasar .Dan sesampainya dilantai dasar mereka mengetuk pintu ruang pusat bantuan . " iya ada apa ya? ada yang bisa saya bantu ? " ucap petugas pusat bantuan . " boleh minta tolong minta bukti rekaman cctv yang hari ini pak ? " ucap Mia dengan lantang . " ada keperluan apa ya tiba tiba mba minta rekaman cctv mall ini " balas petugas pusat bantuan . " teman saya tadi sekitar 1 setengah jam yang lalu mendapat pelecehan di mall ini yang berada di lantai dua dan di toko pakaian " jelasnya Mia . " teman mba yang mana kalo boleh tau ya ? " tanya nya petugas pusat bantuan kepada Mia . " teman saya yang disebelah kanan ini pak " ucap Mia sambil menujuk ke arah Nia . " oh sebentar saya cek dulu ya " ucap petugas pusat bantuan sambil membuka komputer dan mengecek data rekaman cctv . " semoga aja pelaku nya ketauan ya Ni " ucap Mia . " iya Mi semoga aja " balas Nia . beberapa waktu kemudian , petugas pusat bantuan memanggil mereka bertiga untuk masuk ke dalam ruangan dan menanyakan kepada mereka bertiga tentang pelakunya . " apa benar ini pelakunya ? " ucap petugas pusat bantuan ? " nah iya itu benar pak baju dan celananya sama " ucap Nia . " kalo begitu saya mohon maaf ya mba " ucap petugas pusat bantuan itu . " kenapa memangnya pak ? " tanya Nia . " sudah sering terjadi kasus seperti ini dan bahkan pelakunya sama cuma tidak pernah ketangkap sekalipun " jelasnya pak petugas pusat keamanan tersebut . " lah kok bisa pak emangnya disini enggak ada satpamnya ? " tanya Mia dengan sedikit rasa kesal . " bukan enggak ada satpamnya mba , waktu itu pernah kejadian satpam nangkap itu pelaku dan peaku itu diikat untuk menunggu polisi datang dan ketika polisi datang untuk membawa pelaku tersebut , pelaku itu hilang , lalu meninggalkan pakaian dan celananya saja " jelasnya petugas pusat bantuan. " lah kalo gitu dia kaburnya telanjang dong pas saat itu ? " ucap Nita . " bukan masalah telanjangnya mba , ok dia bisa telanjang cuma kan masalahnya itu tangan dia di borgol , kenapa bisa lepas gitu padahal sama satpamnya udah dikunci itu borgol nya " ucap petugas pusat bantuan . " anjir kok aku jadi merinding gini ya " ucap Nita. " biasa aja sih Nit gausah lebay gitu " ucap Nia . " nah terus selain itu ada kejadian lagi pak ? " tanya Mia . " ya ada kayak si mba itu yang tadi alamin dia memperlihatkan kelaminnya cuma itu tempatnya beda beda enggak satu tempat di mall ini  , ada yang di parkiran ada yang di toilet , macem macem lah gitu " ucap petugas pusat bantuan . " misterius begitu ya , enggak percaya sih aku kalo pelaku itu punya ilmu hitam atau mistis begitu " ucap Mia . " siapa juga yang percaya sama orang dengan ilmu mistis begitu , percaya sama yang kayak begitu dosa tau " ucap Nita . " udah deh jangan ribut ribut mulu " ucap Nia sambil memisahkan mereka yang seperti biasa selalu ribut . " iya mba kalo kemall ini lain kali harus hati hati , kok bisa mba ini di liatin kayak gitu ? kan kalian bertiga ? " tanya nya petugas pusat bantuan . " iya tadi mereka berdua ini aku suruh langsung ke lantai 4 buat mesen makanan duluan dan aku mau belanja pakaian dulu kan , nah pas udah selsai milih pakaian aku pengen nyoba cocok atau enggak ni pakaian yang aku pilih pak dan pas mau masuk fitting room , itu pelaku udah stand by aja dibalik tirai dan yaudah aku reflek dong teriak dan enggak lama udah pada rame aja nyamperin aku sambil pada nanyain aku kenapa gini gini segala macem " jelasnya Nia kepada petugas pusat bantuan . " nah iya mba lain kali jangan sampe pisah dari temen temennya soalnya udah banyak kejadian disini " ucap petugas pusat bantuan sambil menghimbau kepada mereka bertiga . " iya pak lagi pula saya kan juga enggak tau kalo di mall ini ada penjahat yang kaya begitu " ucap Nita. " iya kalo udah tau dari awal juga aku enggak bakal mau pisah sama kalian berdua " ucap Nia dengan sinis . " tapi kamu apal kan sama muka pelakunya " ucap Mia . " et Mi nanya nya itu terus ya aku masih apal lah , kalo kamu nanya mulu nih ya aku malah lupa sama muka pelakunya karena kamu nya nanya mulu " ucap Nia dengan begitu lelahnya. " yaudah yuklah pulang aja berantemnya dirumah aja " ucap Nita. " udah udah jangan pada ribut disini mba ini ruang pusat bantuan nanti ada yang mau nanya malah enggak bisa masuk ke ruangan ini " jelasnya petugas pusat bantuan . " eh diem !!! " ucap Nia dan Mia dengan berbarengan . " yaudah kalo gitu makasih ya pak atas bantuannya " ucap Nita sambil mendorong Nia dan Mia keluar menjauhi ruang pusat bantuan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD