Masalah Baru

1166 Words
" oh begitu toh pak " ucap Nita. " kirain aku, kita bertiga mau dibawa buat diinterogasi gitu pak " ucap Nia . " ya enggak lah kalian kan korban dan pelakunya udah ditangkep juga " jelasnya bapak intel tersebut. " kenapa bapak enggak nangkep pelakunya pas waktu kita di mall? kan bapak udah tau kalo itu pelakunya " tanya Mia. " ya saya bertugas untuk mengintai aja kok, untuk penangkapan pelakunya bukan saya yang bertugas , semuanya ada bagiannya masing masing " jawabnya bapak intel. " mba ini nasi padangnya berapa semuanya ? " tanya bapak intel menanyakan harga 4 porsi nasi padang . " semuanya jadi 60 ribu pak " jawabnya ibu tukang nasi padang. " nih ya mba, makasih " ucap bapak intel sambil berdiri memberikan uang kepada ibu tukang nasi padang . " oh iya sama sama pak " ucap ibu tukang nasi padang. " yaudah kalo gitu saya pergi dulu ya, untuk kalian bertiga selalu hati hati dimanapun lingkungannya " ucap bapak intel sambil memberi nasihat. " ok pak siap deh pokoknya hehe " ucap Mia sendirian. Nita dan Nia terheran heran bawha yang ngobrol dengan mereka adalah intel yang mengintai pelaku pelecehan yang selama ini berkeliaran . " heh kok kalian berdua malah pada bengong diem gitu " ucap Mia. " eh gila kali ya itu tadi intel " ucap Nita. " nah terus kenapa dah ? " jawab Mia. " ya aneh aja kayak ngerasa kebetulan aja gitu pas kita lagi ada diluar tau tau ketemu intel weey " jelasnya Nita. " ya enggak kebetulan juga lagi namanya juga kan intel ya pasti tau lah langkah langkah kemana kita pergi Nit " jelasnya Nia. " iya bener kata Nia enggak tau tau ketemu terus kebetulan makan nasi padang , itu tuh dia bayarin nasi padang kita untuk mengapresiasi kita sebgai perempuan yang berani Nit  " jelasnya Mia. " alah ngomong aja kamu , kamu aja enggak ada kontribusinya Mi " cetusnya si Nita. " Nia juga enggak ada kontribusinya juga masa aku doang yang disalahin " ucap Mia. " ada kok Nia kontribusinya, diliatin pisang ambon sama teriak buat ngumpulin masa di mall hehehehe " ucap Nita sambil bercanda. " yeeeh kalo aku kejar juga enggak bakal kekejar Nit " jelasnya Nia. " iya iya sih begitu doang ngambek hehehe " candanya lagi si Nita. " haduh payah banget dah kuah rendang " candanya si Nia . " udah mulai bisa dia bercandain orang ya " ucap Mia.  " ya bisa lah ketimbang bercandain orang, kecuali ributin orang aku enggak bisa hehehehe " ucap Nia. kemudian mereka bergegas untuk pulang kerumah masing masing sehabis dari rumah makan padang. " yaudah aku pulang ya, " ucap Nia. " enggak main kerumah aku dulu Ni ? " tanya Nita. " enggak deh aku udah ngantuk banget dah ini " ucap Nia. " yaudah sampai ketemu besok ya , dahhh " ucap Mia melambaikan tangan begitupun juga Nita yang juga melambaikan tangan . akhirnya mereka berpisah di persimpangan , Mia yang berboncengan dengan Nita belok ke arah kiri dan Nia belok ke arah kanan.dan sesampainya dirumah Nia langsung pulang menuju kamar , sebelum menuju kamar terlebih dahulu Nia mencium tangan ibunya untuk mengucapkan salam. " bu Nia udah pulang ni " ucap Nia sambil mencium tangan ibunya. " tumben agak siangan pulangnya ? " ucap Nia . " iya tadi aku , Nita dan Mia makan nasi padang dulu didekat sekolahan " ucap Nia menjelaskan mengapa dia pulang agak siang. " itu rok kamu basah kenapa neng ? " ucap ibu sambil menunjuk rok yang dikenakan oleh Nia . " hah masa sih bu basah ? " tanya Nia . " itu basah putih putih, coba ibu liat " ucap ibu sambil melihat rok Nia yang basah dan memperlihatkan cairan putih . " ini kan s****a neng , kamu abis berbuat intim sama siapa ? " tanya ibu secara langsung tanpa basa basi. " ih masasih bu ? tadi abis pulang sekolah langsung ke rumah makan padang sama Nita sama Mia enggak main kerumah cowok , boro boro main kerumah cowok kan ibu tau sendiri aku enggak punya cowok " ucap Nia menjelaskan ke ibunya untuk supaya percaya. " ada yang ngelemparin atau gimana gitu bisa sampe di rok kamu neng? " tanya ibunya. " yang aku inget sih bu tadi pas pulang sekolah arah ke rumah makan padang masih bersih enggak ada cairan ini , kayaknya pas abis dari rumah makan padang deh cuma aku enggak tau sama siapa, yang jelas aku tuh langsung pulang aku inget banget, dan tadi juga di rumah makan padang aku duduk nya ditengah antara Nita dan Mia , terus Mia ngomong sama intel yang ngintai pelaku pelecehan " ucap Nia tidak menjelaskan bahwa dirinya telah dilecehkan di hari hari sebelumnya. " hati hati neng kalo diluar kejahatan masih banyak apalagi pelecehan kamu harus tetap waspada terhadap siapapun " pesannya ibu kepada Nia. " iya bu Nia tau kok " ucap Nia. " yaudah lepas itu roknya langsung cuci ke belakang " ucap ibu . " iya bu nanti aku ganti pakaian dulu kekamar abis itu aku cuci ini pakaiannya sama rok nya " ucap Nia. " iya yang penting roknya itu ih , kamu bikin khawatir ibu aja " ucap ibu menghawatirkan kondisi Nia yang mendapatkan insiden dimana roknya terdapat cairan s****a . " siap bu " ucap Nia langsung masuk kekamarnya. dari situ ibu langsung masuk kekamar nya juga yang letaknya didepan kamar Nia.sesampainya dikamar Nia langsung menelpon Nita dan Mia. " hallo Nit , Mi " ucap Nia mendengar telponnya tersambung via w******p. " hmm ada apa Ni ? " ucap Nita yang menyauti suara Nia. " masa pas pulang sekolah tadi , rok aku ada bekas s****a manusia Nit " jelasnya Nia. " hah hah gimana gimana ? " tanya Nita dengan terheran heran . " budeg ih , tadi pulang sekolah , rok aku ada bekas s****a manusia Nit " ucap lagi Nia. " kok bisa sih ? padahal kan cuma ke rumah makan padang doang tadi " tanya nya si Nita dengan kebingungan. " ya enggak tau aku juga bingung sampe aku di interogasi sama ibu aku pas pulang sekolah tadi " ucap Nia . " yaudah aku kerumah kamu sama Mia ni ya mumpung Mia masih dirumah aku " ucap Nita dengan nada terburu buru . " udah enggak usah besok aja abis pulang sekolah kamu kerumah akunya sekalian kasih tau ke ibu aku kalo aku cuma ke rumah makan padang , besok aja jangan sekarang " ucap Nia. " duh ada lagi aja insidennya dah " ucap Nita. " yaudah besok aku kerumah kamu abis pulang sekolah " jelasnya si Nita. " ok gitu aja ya Nit thanks " ucap Nia . " yo Ni bye " lanjutnya Nita sambil mematikan telpon. tidak lama dari telponnya bersama Nita , Nia memikirkan kenapa hal hal buruk selalu menimpanya , terus begitu sampai merenungi apa salah yang dialami oleh Nia.  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD