54. Berniat Untuk Menikah

1184 Words

"Kenapa lo buka handuk, lo, Kan?" tanya Biyan sambil melangkahkan kakinya ke belakang. Idenya mengajak Kania ke apartemennya tidaklah bagus. Suasana malam ini membuat bulu kuduknya seketika menegang. Dia menutup kedua matanya dengan baju adiknya. Selama pengamatan Biyan, Kania adalah gadis yang baik. Kenapa sekarang berani membuka handuk di depan Biyan? "Bukannya setiap cowo jaman sekarang suka sama cewe gara-gara tampang, body dan materi?" tanya Kania. Setiap pria yang mendekatinya pasti karena alasan ini. Dia hendak menguji Biyan. Biyan tak lagi menutup matanya. Dia memilih mengalihkan pandangannya ke arah lain. Biyan tidak mau melihat tubuh Kania yang tidak mengenakan apapun. "Ga gitu semuanya, Kan. Gue suka sama lo karena sikap lo yang cuek!" Biyan pertama kali jatuh cinta pada Ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD