79. Konsultasi

1182 Words

Alex dan Jesica sudah sampai di sebuah gedung yang menjulang tinggi. Gedung tiga lantai dengan luas. Mereka memasuki bagian depan yang terdapat orang banyak berlalu lalang masuk dan keluar bangunan. Rumah sakit ini tempat ibu Jesica di rawat. Setelah ini dia bisa menjenguk Rika untuk melepas rindu. Langkah kaki kedua orang ini terhenti di salah satu ruangan dokter. Plang yang tertulis membuat Jesica melebarkan kedua matanya. Dia kaget melihat gelar sang dokter. "Om-om. Aku kan gak gila. Kenapa di bawa konsulnya ke dokter jiwa?" Pertanyaan polos Jesica terlontar. Setau dia harusnya berkonsentrasi ke psikolog. Perbedaan psikolog dan psikiater belum Jesica tau. Yang pasti keduanya sama saja memberikan konseling. Jiwa kedokteran Alex pun terbangun. Dia berubah menjadi Alex yang akan memberi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD