62. Tes DNA

1927 Words

Biyan mengemudikan mobil sekencang-kencangnya saat jalanan ibu kota tidak terlalu ramai seperti orang kesetanan. Tangan kekar yang menggenggam kemudi mobil pun menampilkan urat-urat yang menegang hingga kulitnya memerah karena amarah.  Kedua sahabat yang setia menemani, perasaannya sudah kalang kabut tidak karuan karena tidak mau hidup mereka berakhir sekarang. Bisa saja mereka biarkan Biyan sendiri, tapi mereka tidak setega itu. Meski butuh menyendiri tapi pasti akan membutuhkan bantuan orang lain. Keringat dingin sudah membasahi tubuh Alex dan Saipul yang berharap Tuhan saat ini menyelamatkan hidup mereka serta setan tidak membelenggu Biyan untuk mengajaknya pergi dari dunia. Bulu kuduk menegang seperti rambut yang lurus karena di rebonding. Kulit yang kini permukaannya tidak se-rilek

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD