Jemima menggunakan make up seadanya, dress putih selutut dan rambutnya yang dia curly, membuat dia nampak cantik. Dia berulang kali melatih diri untuk tersenyum agar tidak menangis di pesta pernikahan Jovic. Ayah dan ibunya mengetuk pintu, mereka juga sudah siap. "Jem, tegarlah. Akan ada kebahagiaan untukmu setelah kau melewati kesedihan." Jemima tersenyum memeluk orang tuanya, mereka lalu melangkah keluar rumah, memulai perjalanan menuju gedung pernikahan Jovic. Jemima berulang kali menghembuskan napasnya di dalam mobil, matanya melihat mobil yang lewat di jalanan. Kenangan itu masih melekat dalam pikirannya, pernikahannya yang berujung tragis. Dia memejamkan matanya, mencoba menguatkan diri. ¹ pesta pernikahannya. Dalam hatinya Jemima hanya merasakan sedih, dia sama sekali tidak

