61

1079 Words

"Jem!! Tunggu!" panggil Andrew. Jemima terlanjur berlari memasuki taksi. Hatinya lelah, dia baru saja pulang kerja melewati hari-hari melelahkan namun kekecewaan semakin melebar saat dia datang ke rumah Andrew, malah diacuhkan. "Jalan Pak, jangan dengarkan lelaki itu," ucap Jemima meminta supir taksi untuk mengebut. Jemima jengah, harusnya keduanya meminimalisir ego namun tidak. Andrew lebih memilih pekerjaan yang dia sentuh, sedangkan Jemima hanya seperti patung yang tidak pernah dia dengar apapun sarannya. Aneh, sudah waktunya dekat menuju pernikahan malah semakin kacau. Terasa ada hal aneh yang membuat keduanya terpisah. Serasa tidak berjodoh. Perlahan Jemima meneteskan buliran air hangat dari pelupuk matanya membasahi pipi. Dia tidak tahan dengan sikap Andrew. Dia ingin mengakhiri h

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD