“DADDY!” panggil anak perempuan berusia tiga tahun, dia berlari mendekati ayahnya. Dia menyerngitkan dahinya karena mendapati raut wajah ayahnya yang sedih dan kacau. “Ada apa Dad? Kenapa Dad terlihat kacau?” tanya anak itu. “Tidak apa-apa sayang. Oh ya, kamu sudah makan?” tanyanya. Pembantunya datang menyusul setengah berlari menuju gadis mungil yang ada di gendongan ayahnya. Napasnya tersengal karena lelah mengikuti lari anak kecil cantik ini. “Yaampun sayang, kamu jangan lari-lari, nanti Dahlia akan kelelahan mengejarmu,” ucap ayahnya mengusap kepala anaknya. “Pa, aku kenapa tidak memiliki Mama? Besok padahal ada acara menari bersama Mama, lalu siapa yang akan datang besok?” tanyanya cemberut dengan suara cadelnya khas anak balita. “Umm ... Daddy pasti datang besok, tapi ditemani

