Meisya cemburu?

1570 Words

"Sya, Hari Senin nanti kita ke rumah sakit, ya," ujar Samuel seraya menatap layar ponselnya tanpa menatap Meisya yang baru keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. "Mau ngapain?" tanya Meisya yang berdiri di depan cermin besar yang menempel di dinding salah satu sudut kamar itu. "Periksa kandungan kamu, sejak waktu itu kamu belum pernah periksa lagi, 'kan?" tanya Samuel, ia melirik Meisya yang mulai menyisir rambut basahnya. "Enak aja, aku udah ke sana lagi, dong, tiap bulan," jawab Meisya ringan ia mengambil alat pengering rambut dan mengeringkan rambut panjangnya. "Oh, ya? Bayi kamu lelaki atau perempuan?" tanya Samuel, membuat Meisya tersenyum merasa jika Samuel sudah mulai mau peduli padanya. "Kak Sam, tuh, sama aja kayak Qinara, ya. Belum keliatan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD