"Asik banget, ya, yang sayang-sayangan berduaan!" sindir Samuel setelah beberapa saat saling diam dengan wanita yang tengah duduk termenung di sebelahnya, Meisya masih memikirkan pertanyaan Naka apakah Qinara harus tahu mengenai keadaan ibunya. "Hah? Apa, Kak?" tanya Meisya yang memang tidak fokus akan ucapan Samuel yang tidak begitu di dengarnya. Samuel malah berdecak kesal, dan tidak berniat menjawab pertanyaan sang istri. "Kak, aku boleh minta pendapat Kak Sam?" tanya Meisya, ia pikir tidak ada salahnya meminta pendapat lelaki itu untuk hal ini. "Apa?" tanya Samuel datar, ia masih kesal karena apa yang baru saja ia alami, sejak sore dirinya sama sekali tidak mendapat kabar dari Meisya. Padahal telpon atau pesan singkat darinya adalah hal paling ditunggu, kapan wanita itu meminta

