Perlahan Terkuak

633 Words

Sepasang wanita berbeda usia itu, tampak menaiki kapal kecil yang akan membawa mereka ke pulau di kota Padang. Dalam hati, Namilea terus berdoa, supaya ia selalu di berikan pertolongan. Wanita paruh baya itu tersenyum, kala melihat wajah tegang Namilea. Lalu ia sedikit menepuk lembut bahu gadis itu, hingga ia pun berbalik menatap wanita tersebut. "Ibu belum tahu siapa namamu, Nak?" tanyanya lembut. Namilea tersenyum. Sudah sangat lama ia tidak pernah merasakan lagi kelembutan kasih sayang seorang ibu. Semenjak ibu kandungnya meninggal dan ia hidup bersama dengan ibu tiri, hanya kesedihan yang selalu di rasakannya. "Namaku Namilea Azzahra, Ibu. Panggil saja aku Namilea atau Arra," jawab Namilea lembut. Wanita paruh baya itu pun tersenyum, "Nama yang cantik, secantik orangnya," puj

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD