Thea membuka pintu kaca menuju ke arah balkon, pelan-pelan dia melangkah melewati pintu untuk menyambut angin sore yang menerbangkan rambut hitam panjangnya. Tetapi kemudian dia melangkah mundur saat mendapati Dieter sudah lebih dulu berada disana. Kebetulan sekali memang kamar yang mereka berdua tempati bersisian dengan balkon yang menyatu, yang hanya dipisahkan oleh sekat transparan setinggi pinggang orang dewasa yang dapat di buka tutup seenaknya. Thea langsung menarik dirinya kembali k edalam kamar, menyembunyikan dirinya di balik gorden biru laut sementara kedua matanya dengan sangat hati-hati mengarah pada Dieter. Sempurna. Ya, itulah gambaran dari pada seorang Dieter. Dokter muda yang tampan, mapan, sekaligus mempesona kaum hawa. Sudah merupakan pendapat umum bila banyak wanita ya

