Thea baru mengetahui tujuan mereka ketika Dieter mengemudikan mobilnya memasuki area perumahan elit. Mereka berhenti di depan sebuah rumah lantai dua bercat putih polos. Di depan pintu Rike menunggu mereka dengan senyum ramah. Awalnya wanita itu sedikit agak terkejut melihat Thea dan Teddy, tetapi dia segera bersikap seperti biasa dan menyembunyikan keterkejutannya dengan sangat rapi dan menyambut mereka semua dengan sangat bersahabat. “Nah, aku tidak tahu apa yang membuatku begitu beruntung mendapatkan kunjungan dari malaikat kecil ini,” ujar Rike kepada Teddy dengan ekspresi wajah yang berseri-seri. “Selamat sore, Nyonya Rike,” sapa Teddy dengan sopan sambil mencium tangan wanita itu. “Ayo sini masuk sayang, aku punya pudding yang enak untukmu. Kamu suka pudding kan?” ungkap Rike y

