Kening Cheryl langsung berkerut bingung, begitu pula dengan Dr. Gustav, sementara Dieter sendiri dengan santai menarik kursi di meja makan dan duduk disana tanpa dosa. Pria itu tahu apa yang ingin Thea sampaikan sehingga dia memutuskan untuk menyaksikan alih-alih menyela, sebab Dieter tahu betul seberapa penting jawaban keluarganya terhadap pertanyaan Thea yang menurut wanita itu cukup sensitif untuk dibicarakan. “Apa maksud Kak Thea?” tanya Cheryl tidak paham. “Memangnya apa yang salah dengan dirimu?” “Statusku, Cheryl,” jawab Thea dengan super hati-hati. Dia mencoba untuk menarik napas panjang sebelum melanjutkan penjelasannya lebih rinci. “Aku hanyalah seorang perawat yang bekerja di rumah sakitmu Dr. Gustav, sudah begitu aku seorang janda dengan satu anak yang akan sebentar lagi ber

