Di tempat ini kita saling mengakui luka, Kita cemburu pada hal yang bisa kita miliki, namun sayangnya tak bisa kita cintai. Sementara aku selalu memendam rasa takut yang bergetar di dalam d**a, Kita berdiri begitu dekat, namun dunia memaksa kita untuk menjauh, Sayangnya, cinta kita hanya boleh berbisik, bukan memiliki. *** Suara Prabu dari arah luar kamar membuat wajah kedua pasangan yang awalnya tengah asik mencumbu itu langsung pucat pasi, Ankala mencari tempat bersembunyi sementara Zevana merapikan kimono handuknya yang tampak berantakan. Sesaat mata Ankala terpaku, tubuh gadis itu tampak begitu indah, terbuka sebagian. Hal yang biasanya selalu ditutupi, kini tampak terlihat di pandangan mata. Namun, dengan cepat dia memalingkan wajahnya, tak boleh berlama-lama atau dia akan mem

