Kita mencintai dalam diam, Memendam rasa dalam senyap, Menerima takdir yang kejam, Bahwa kita saling memilih namun tak bisa saling memiliki. Dan menerima kenyataan, bahwa malam memisahkan kita seperti dua bayang, Yang tak boleh bersentuhan ... dengan begitu kejamnya. *** Hotel tempat mereka menginap menjulang tinggi di tengah kota, bangunannya begitu megah. Kaca-kacanya memantulkan lampu-lampu kota Paris yang berkilauan, seperti gemerlap manik di gaun malam yang bersinar diterpa cahaya rembulan. Setelah perjalanan yang cukup melelahkan, namun menyenangkan. Rombongan kecil itu akhirnya memasuki lobby dengan langkah tenang. Mereka naik ke lift dan berpisah di depan kamar masing-masing. Zevana masih teringat ketika siang tadi Prabu memberikan kunci kamar padanya. Wanita itu tampak s

