65. Pengorbanan Seorang Ayah

1658 Words

Aku menyimpan rahasia di dadaku, Seperti bara yang tak boleh padam. Jika suatu hari kamu bertanya dari mana cahaya itu datang, Aku hanya akan berkata, Dari cinta yang tak meminta untuk dikenang. *** Lorong rumah sakit itu terasa lebih panjang dari biasanya di benak Prabu. Langkahnya begitu gontai, sesekali menatap lampu-lampu putih yang memantulkan cahayanya di lantai yang mengilap. Merefleksikan bayangan dirinya, seolah tubuhnya terpisah dari jiwanya, dia yang merasa lelah, sakit dan hampir menyerah. Menyesali semua keputusan dan ketidak berdayaannya, dia terpukul oleh keputusannya sendiri. Beberapa kalimat pengandaian bergema di hatinya. Seandainya dia melakukan A, seandainya dia melakukan B. Dan terus saja, seolah masih tidak bisa menerima takdir buruk yang menerpa keluarganya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD