51. Dunia Dengan Rasa Aman

1659 Words

Kadang ingin kulepaskan saja rindu yang membelenggu, Kubiarkan dia gugur seperti daun mati yang diterpa hujan, Karena mencintaimu, adalah luka yang kupeluk erat. Dan aku mulai tak tahu … mana yang harus kurelakan? *** Zevana mulai menjahit di ruangan itu, mungkin menjahit adalah caranya kabur dari rasa sakit. Hingga terdengar ketukan di pintu yang tertutup. Dia pun menyeka air mata yang membasahi pipinya. “Masuk,” ucapnya lirih. Tampak wajah Ankala muncul, menatap Zevana dari ambang pintu. Zevana terkesiap dan berdiri. “Re-Restha sudah keluar tadi,” ucapnya mengira kedatangan Ankala untuk mencari Restha. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Ankala masuk dan mengunci pintu itu dari dalam. Langkahnya pelan menghampiri Zevana, menilik wajahnya yang basah dan hidungnya yang memerah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD