50. Mantra Pelepasan

1603 Words

Di tempat itu, aku duduk sebagai bayangan. Melihat takdir bersandar manis di sisi yang bukan milikku. Dia begitu anggun, setara di dunia kalian. Sementara aku laksana debu yang terbawa angin, Hilang tak berbekas ketika angin menyapu. Aku menahan pilu, diam-diam tersayat sembilu, Bertanya pada diri sendiri, Sampai kapan aku tak terlihat di rumah ini? *** Setelah Restha dan Zevana meninggalkan ruang makan, yang tersisa hanyalah Diana, Prabu serta Ankala yang masih duduk di meja makan, di hari libur ini. Suara lembut AC seolah mengisi keheningan. Prabu duduk tenang, menatap Ankala yang berada di seberangnya. Sementara Diana kembali menoleh ke arah Prabu, pelayan mulai hilir mudik membereskan meja makan dengan perlahan, nyaris tak mengeluarkan suara seolah sudah sangat terlatih den

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD