Will you?

980 Words

Di bawah cahaya rembulan yang samar, tim penyelamat merasakan kelegaan yang begitu dalam setelah korban terakhir berhasil dibawa keluar dari reruntuhan pesawat dan dilarikan ke rumah sakit. Malam pun berlalu tanpa menyentuh sedikitpun makanan, namun kepuasan yang mendalam meresap ke dalam relung hati Adam dan Keisya. Mereka saling menatap penuh kebanggaan dan rasa syukur yang tak terucapkan. Meskipun ada beberapa korban yang tidak dapat diselamatkan karena kondisi kritis, hal tersebut tidak membuat Keisya dan Adam putus asa. Mereka terus memberikan pertolongan. "Kei, kamu hebat." "Kamu juga hebat, lihat saja tampangmu yang sekarang ini," kekeh Keisya di ujung kalimatnya sambil menyentuh hidung Adam dengan lembut. Saat ini, keduanya telah kembali ke rumah sakit dan sedang beristirahat d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD