“Loh Fer?” tanya Mami. Matanya menatap Feri dari atas sampai bawah. Lalu wanita itu menggelengkan kepalanya melihat Feri masih dengan boxer dan kaos coklat. Rambutnya nampak acak-acakkan. Wajahnya lusuh seperti orang yang baru bangun tidur. “Kok gak siap-siap?” tanya beliau. Feri malah menggeleng lalu berjalan santai menuju dapur. Ia absen dari kantor hari ini. Mana bisa ia ber-konsentrasi sementara Sara akan pergi hari ini. “Aku titip salam saja buat dia, Mi,” tuturnya. Mami menelengkan kepalanya tak habis pikir, apa yang ada diotak anak sulungnya ini? “Kamu gak mau nganterin Sara?” tanyanya dengan nada tinggi. Feri menghela nafasnya usai minum. “Dia gak mau aku anterin, Mi,” jawab-nya setengah kesal. Mami mengerti. Beliau menahan senyumnya seketika. Aih, dasar duda tak peka! Sump

