15. Menyetir

357 Words
"Gue yang nyetir dong, kunci mobil di siapa nih?" Teriak Reyna saat semuanya sudah berkumpul dan sudah bersiap-siap untuk pulang ke rumah berlibur. Liburan mereka telah usai. Liburan yang selalu gagal karena adanya makhluk astral yang mengacaukan, tetapi mereka jadikan ini sebuah petualangan, yang nantinya akan di ceritakan kepada anak cucu mereka kelak. "Kemaren di si Reynand sih, Rey." jawab Alvin sambil menunjuk ke arah Reynand, yang tengah mengambil satu buah koper miliknya. Reyna berdecak kesal, kalau kunci mobil ada pada kekasihnya itu artinya dia tidak tak akan bisa menyetir karena Reynand tak akan pernah mengizinkan itu terjadi. Pria tampan itu semakin hari semakin posesif saja. Jangan kan disini, di kotanya saja kalau tak kepepet Reyna tak di bolehkan untuk menyetir sendirian. "Kenapa?" Tanya Reynand yang baru saja keluar dari kamar mandi. Reyna menggeleng pelan, mengerucutkan bibirnya kesal lantas membawa tangan Reynand untuk ia gandeng. "Ayo pulang!" Reynand menaikkan sebelah alisnya. "Kamu kenapa?" Tanya Reynand yang segera diberi gelengan kepala oleh Reyna. "Pulang iih!" Reyna semakin merengek dan mencebikan bibirnya kesal. "Yaudah iya, ayo pulang." Reynand segera berjalan untuk mengambil dua tas besar milik nya dan milik Reyna. "Iihh gak usah di ambil tas nya!" Reynand semakin mengerutkan kening. "Kenapa? Kamu mau tinggalin tas nya disini? Gak sayang apa?" "Ya sayang lah masa enggak. Maksudku biar kakakku aja yang bawain, ayo kita langsung ke mobil." Revan yang tengah duduk pun segera membulatkan mata kesal, memandang adiknya yang memaksa Reynand untuk segera berjalan. Sedangkan Reynand nampak tak enak dengan perkataan Reyna barusan. "Adik s****n!" Pekik Revan yang terdengar oleh semua orang yang ada disana. "Aku bantuin, sabar ya." Ucap Valen sembari membawa tas Reyna yang berukuran kecil. Revin segera menggeleng, "Gak usah sayang, biar aku aja. Sana masuk ke mobil." "Gak apa-apa, Vin. Lagian itu ringan keliatannya." "Dibilangin gak apa-apa, buruan sana masuk ke dalam mobil." Valen menghela nafas, lantas tersenyum sembari mengedipkan sebelah mata, hal itu membuat Revin tertawa kecil akan tingkah kekasihnya yang sangat menggemaskan. * Di dalam mobil tak banyak yang mereka katakan, hanya satu dua patah kata, perjalanan yang sangat jenuh bagi Reyna. Teman-temannya, ada yang tertidur dan ada juga yang memainkan handphonenya. Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD