Entah apa yang di pikiran zahra saat ini , Ia seperti menahan sebuah luka yang belum sama sekali kering. Putra sangat tau jika apa yang di derita zahra saat ini juga akibat karena trauma nya terdahulu. Ketegaran zahra selama ini mampu menutupi semua nya , bahkan orang-orang yang berada di samping zahra pun tak pernah mengerti apa yang di alami zahra sebelumnya. Karena zahra selalu terlihat baik-baik saja dan bahagia. Tapi yang sebenarnya terjadi pada perasaan zahra bukan lah seperti apa yang mereka lihat. Zahra begitu pintar untuk menyembunyikan suatu masalah nya , tapi tidak dengan putra. Sebelit apapun masalah yang di hadapi zahra , putra akan selalu mengetahui nya walaupun zahra berusaha menutupinya. Putra melangkah kan kaki menuju ke kamar untuk menghampiri zahra , putra tau ji

