“ selamat datang kawan , Ternyata kau lebih cepat di banding perkiraan ku. “ - “ apa mau mu broto , lepaskan dia. Utusan mu hanya dengan aku bukan dia. “ - “ aku akan melepaskan nya , tapi dengan satu syarat. “ ◎◎◎◎ Bukan hal mudah bagi putra saat ini , Ketika ia di hantui rasa dilema yang benar-benar begitu mendalam. Yang dimana ia harus memilih satu di antara dua wanita yang begitu berarti untuk nya. Broto memberikan dua pilihan untuk putra , Jika ia ingin zahra terbebas maka putra harus memberikan faira kepada broto. Dan jika putra tidak bisa memberikan faira untuk broto dan zahra lah yang sebagai gantinya. Putra hanya menatap lurus ke arah zahra , Terlihat zahra yang mencoba tegar dan ia pun sering memberi isyarat kepada putra jika dirinya baik-baik saja.

