“ tunggu pembalasan ku putra. “ Desis laki-laki yang kini telah menyekap Zahra , dan pikiran Zahra sudah tak karuan rasanya saat ini. Ia selalu bertanya kepada dirinya sendiri dengan apa yang sudah diperbuat putra kepada laki-laki yang sedang berdiri tegap di hadapannya. Zahra sangat ingin menanyakan kepada si laki-laki tersebut,apa alasan dia membekap Zahra di dalam rumahnya. Tapi ketika Zahra ingin mencoba melantangkan suaranya,ia melihat ada salah satu orang laki-laki tersebut sedang menghampirinya dan kemungkinan adalah temannya. “sepertinya dia tidak berguna untuk menjerat putra , broto. Bukankah aku sudah pernah katakana jika yang sangat berarti untuk putra adalah sari dan faira.” Ucap laki-laki itu yang sontak membuat Zahra merasa terkejut setelah mengetahui siapa orang yang s

