BAB 4

772 Words
Faira aku yang selalu mencintaimu dalam diam ku. dirimu yang begitu sangat aku puja. tapi kau bukan lah milik ku saat ini dan tidak pernah mengetahui bahwa aku pun bisa mencintai mu sedalam ini.cinta ini ada seiring nya kedekatan kita. kedekatan yang selalu membuat hari ku berwarna, kedekatan yang menyempurna kan hidup ku, kedekatan yang membuat setiap aliran darah seketika berhenti ketika menatap nya,kedekatan yang sedekat retina dengan mata,  kedekatan yang seperti bulan terang di malam gelap, kedekatan sekedat tetesan hujan pada awan, kedekatan yang seperti rahasia pada debaran jantung. tanpa tersadar aku pun telah jatuh cinta padanya, cinta yang begitu dalam tanpa aku meminta balasan nya, hanya dalam diamku, aku mencintai nya, cinta yang memang tak akan tersampaikan dan dapat kah aku mempunyai waktu untuk sekedar berbisik kepadamu bahwa "aku sayang padamu". ... Juan sepulangnya juan dari panti tempat faira tinggal, juan memceritakan semua nya tentang faira kepada kusuma, kusuma yang mendengar cerita juan langsung terenyuh karna mendapati seorang  gadis yang tangguh seperti faira, hingga kusuma ingin menjadikan faira sebagai putri nya, karna memang kusuma tidak mempunyai anak lagi kecuali juan, dan apalagi setelah suami kusuma yaitu papa dari juan sudah meninggalkan nya terlebih dahulu, dan permintaan kusuma kepada anak semata wayang nya untuk merestui nya mengangkat faira sebagai anak nya, dan tentu saja dengan senang hati juan mengijinkan nya, karna juan juga memahami jika mama nya sangat kesepian. keesokan hari nya juan dengan mama nya datang kepanti untuk membicarakan tentang perihal mama nya yang ingin mengadopsi faira.  "bunda, perkenalkan  ini mama juan yang ingin mengadopsi faira" ucap juan kepada ibu panti selaku penanggung jawab tunggal faira saat ini. "iya juan, tadi bunda juga sudah berbincang sama ibu kusuma, jika memang ini yang terbaik untuk faira bunda akan bahagia, ada yang senang hati menyerahkan faira."jawab bunda dengan senyuman lega karna sebentar lagi faira akan terhindar dari pak broto yang selalu antusian menjadikan faira istri nya, padahal dia sudah mempunyai 4 orang istri. flassback "kedatangan saya kesini untuk mengadopsi faira bu" kata kusuma sungguh-sungguh kepada bunda. "alhamdulillah , akhir nya ada yang mengadopsi faira."jawab bunda di iringi tangisan kecil yang membuat kusuma binggung "kenapa bu, apakah ada sesuatu hal yang terjadi?" tanya kusuma dengan hati-hati dengan membuang nafas pelan bunda lalu menceritakan apa yang akan terjadi kalau tidak ada yang mau mengadopsi faira. "pendonor dana terbeser di panti ini ingin menjadi kan faira istri nya, nama nya pak broto, beliau memilih faira karna faira yang paling besar disini, saya gak mau menjadikan faira sebagai alat untuk panti ini tetap berdiri, saya juga sangat menyayangi faira seperti anak saya sendiri, tiap malam saya berdo'a agar ada orang yang mau mengadopsi faira, dan saya berterimakasih kepada allah swt karna mengabulkan setiap do'a saya, tapi saya tidak tau apakah faira akan mau untuk di adopsi." cerita bunda kepada kusuma dalam tangis nya "apakah faira tentang semua ini bu?" pertanyaan kusuma yang hanya di beri anggukan ringan dari bunda "apa saya bisa bertemu faira bu?' pinta kusuma, lalu bunda berdiri dari tempat duduk nya dan pergi untuk memanggil faira. dan setelah faira datang mereka membicarakan sesuatu hal yang mungkin di artikan sebagai rahasia mereka baertiga antara kusuma , bunda dan faira. setelah nya faira menyutui tentang perjanjian nya dengan kusuma. dan setelah itu faira berpamitan kepada bunda dan teman-teman panti lain nya, dan tak lupa faira mencium punggung tangan bunda dan mencium kedua pipi nya, serta berterimakasih kepada bunda yang telah memberi nya tempat untuk tumbuh. lalu faira membantu juan memasukan barang-barang faira kedalam bagasi mobil. .... setelah sampai di kediaman pamungkas, kusuma langsung menunjukan dimama letak kamar faira yang ternyata bersebelahan dengan kamar juan. dan faira meminta ijin untuk membereskan barang yang tadi di bawa faira. waktu sudah menunjukan watu untuk makan malam, hidangan lezat sudah menanti di meja makan. "waahhh, banyak banget makanan nya ma" tanya juan sambil mengambil ayam gorong dan memakan nya." "itu buat lauk juan, bukan di makan gitu aja, sana panggil gadis kecil mu."ucap kusuma yang membuat juan menyatukan alis nya karna bingung dengan perkataan kusuma. "gadis kecil ku, siapa?" jawab juan dengan segala kebingungan nya. "siapa lagi kalau buakn faira, gimana siah kamu juan baru beberapa jam sudah lupa kalau ada penghuni baru dalam rumah kita." ucap kusuma yang masih sibuk memperbaiki tata letak makanan di meja makan "ohh iya mah, aku hampir lupa" ucap juan lalu beriring pergi menuju kamar faira sebelum mengetuk pintu kamar faira, juan mendengar suara yang begitu merdu melantun kan ayat-ayat al-Quran. membuat senyum di bibir juan mengembang mendengarnya. tiba-tiba hati juan merasa tenang dan damai.  "kamu istimewa faa, gadis kecilku." ucap juan dengan senyuman yang tak bisa hilang dan juan berlalu pergi bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD