11. Rian

1057 Words

Edward mengelus punggung Anya untuk menenangkan perempuan itu. Dia tahu Anya masih kesal karena kejadian tadi. Demi apapun, Edward tidak bermaksud membela Valeri seperti apa yang Anya katakan. Edward hanya tidak ingin Valeri membalas perbuatan Anya dan menyakiti tunangannya. "Udah?" tanya Edward saat Anya melepaskan tautan bibir mereka. Napas Anya terengah dan pipinya memerah. Edward suka setiap kali perempuan di atas pangkuannya ini merona. Sama sekali tidak mencerminkan kalau Anya itu bar-bar. "Aku ada kelas," ujar Anya sambil meraup oksigen sebanyak mungkin. Dia yang berulah, dia yang kehabisan napas. Edward malah biasa saja. Sial. "Ayo," Edward membantu Anya untuk kembali ke kursinya lalu membenarkan penampilan perempuan itu. Anya merogoh tisu basah dari dalam tas lalu membersihka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD