12. Retak

1006 Words

"Sakit! Lepas b*****t!" Anya merasa sakit di pergelangan tangannya karena terlalu kuat digenggam oleh Rian. Bahkan mata Anya sudah berkaca-kaca. Sialan Rian. "Lepaskan tangannya!" Anya menoleh saat suara dingin nan tajam itu menyapa indera pendengarannya. Air mata Anya seketika meleleh ke pipinya. Rian yang melihat tiga orang dosen keluar dari lift seketika langsung melepaskan tangan Anya. Lelaki itu tersenyum sopan pada ketiganya karena ia tahu, pria yang baru saja bersuara itu adalah tunangan Anya yang tersebar digosip kampus. Rian masih belum percaya. Dia ingin mengajak Anya pulang bersama juga modus untuk mendekati perempuan itu dan menanyakan kebenaran gosip tersebut. "Kamu gak papa?" tahya Edward saat berdiri di sebelah Anya. Anya menggeleng dan dengan cepat menghapus air ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD