13. Obrolan

1001 Words

"Mana memar?" tanya Kirana membuat Anya memutar bola mata jengah. Kirana bicara seperti orang sariawan. Benar-benar kaku. Anya ingin tertawa tapi takut dipelototi Kirana. Perempuan itu mengangkat tangannya sehingga Kirana bisa melihat memar di sana. "ASTAGA, ANYA, ULAH SIAPA INI?!" Retak sudah maskernya. Anya dan Abi sampai meringis mendengar teriakan nyaring Kirana. Wanita itu kalau sudah menyangkut keadaan anak-anaknya pasti akan heboh sendiri. Dibilang posesif sih enggak. Tapi Kirana tidak suka kalau hasil cintanya dan Abi harus lecet atau terluka. Kirana membenci pelakunya. "Jatuh, Mi," jawab Anya menelan ludah saat Kirana mendekat dan memperhatikan dengan tajam pergelangan tangannya. "JATUH? KAMU KIRA MAMI BODOH, HAH?! MANA ADA JATUH KAYAK GINI HASILNYA. JUJUR!" Anya memejamka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD